![]() |
Semakin bertambahnya jumlah mualaf yang memilih berhijrah dari agama lama ke Cahaya Islam dan untuk menguatkan keimanan mualaf, Mualaf Center Indonesia (MCI) memberikan fasilitas pembinaan yang tersebar dalam seluruh Indonesia.
Berikut ini 38 pembina Mualaf seluruh Indonesia :
- Jakarta: Pengajar dan pembina Mualaf: Ali Hasan | 0878 8465 9150
- Jakarta: Pengajar Quran: Bu Iesye | 0817 644 3774
- Jakarta: Pengajar Quran: Bu Sri | 0812 9270 305
- Jakarta: Pendamping Mualaf: Pak Hanny Kristianto | 085210000066
- Jakarta: Pendamping Mualaf: Bu Budhi | 0812 9187 9893
- Jakarta: Pembina Mualaf: Pak Rochmadi | 083897921795
- Jakarta: Pembina Mualaf: Dhimas Sasongko | 81310716025
- Jakarta: Pembina Mualaf Masjid Al-Azhar: Fahmi Yusuf | 081386875344
- Jakarta: Pendamping Mualaf: Teddy Setiady Nugraha: 0813 8119 9098 pin BB: 51980700
- Bandung: Handy Bonny: 08562030998
- Cirebon: Syamsul Arifin | 081312455544
- Indramayu – Majalengka – Cirebon: Ujang Mashur | 087717898811
- Semarang: Dwi Agung Wibowo | 08156550305
- Semarang: Ridho | 082227781091
- Jogjakarta: Bu Wulansari | 08122966366
- Jogjakarta: pendamping dan pembina mualaf: Amrullya | 08122704039
- Jogjakarta: pendamping mualaf wanita Liana Yasmin | 085215415509
- Solo: Pendamping Mualaf: Pak Nukman Arif | 085731660132
- Solo: Pembina Mualaf: Syarif Jafar Baradja | 0812 2653 265
- Surabaya: Pendamping Mualaf: Pak Arif Wibisono | 081703668869
- Surabaya: Pendamping Mualaf: Pak Haris Asmin | 081330314137
- Surabaya & Sidoarjo: Pendamping mualaf wanita: Bu Theodora Laniarti | 08155220078
- Sidoharjo: Pembina Mualaf: Pak Agung Heru Setiawan | 082231981905
- Malang: Ivan Bagus Yudhistira | 083834031493
- Bali: Pak Ghafur | 08123859775
- Batam: Bu Dini | 082277002062
- Bengkulu – Jambi: Muhammad Munir | 081325860001
- Bengkulu: Syahadie Xiao | 085267655070
- Medan: Tiurma Boru Suci Marbun | 081264723023
- Kendari – Sulawesi Tenggara: Yusuf Talama | 0811401727
- Makassar – Sulawesi Selatan: Zulkifli Amir | 081242355456
- Pontianak – Kalimantan Barat: Sulaiman Hafatah | 081352380052
- Kalimantan Tengah: Fachrudin Setiawan | 081312334566
- Balikpapan – Kalimantan Timur : Laila Harun | 087802095744
- Manado: Awaluddin Pangkey: 08114308573
- Manado: Muhammad Faisal | 085256838300
- Ambon – Maluku: Syam Tomagolla | 081213499437
- Jayapura: Muslimah (Fernanda Clara Maria) | 081344330022
Untuk informasi lebih detail bisa menghubungi:
Steven Indra Wibowo

Allah Subhanahu waTa`ala berfirman,
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa". (al-Ma`idah: 2)
Dan kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim, Kitab al-Ilm, Bab Man Sanna Sunnatan Hasanatan au Sayyiatan, 4/2060, no. 2674. dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا. وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا.
"Barangsiapa yang mengajak kepada suatu petunjuk, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala-pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia memperoleh dosa semisal dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka."
Dan kami meriwayatkan dalam Shahih Muslim Kitab al-Imarah, Bab Fadhlu Ianah al-Ghazi, 3/1506, no. 1893. juga, dari Abu Mas'ud al-Anshari al-Badri radiyallahu 'anhu, dia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ.
'Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya'."
Dan kami meriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, Diriwayatkan oleh al-Bukhari, Kitab al-Maghazi, Bab Ghazwah Khaibar, 7/476, no. 4210; Muslim, Kitab ash-Shahabah Bab Fadha`il Ali ibn Abi Thalib, 4/1872, no. 2406. dari Sahal bin Sa'ad , bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Ali radiyallahu 'anhu,
فَوَاللهِ، لأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ.
"Demi Allah, sungguh Allah memberi petunjuk terhadap seorang laki-laki melalui dirimu adalah lebih baik bagimu daripada kamu memperoleh unta merah.
" حُمْرُ النَّعَمِ Bermakna unta yang berwarna kemerahan dan itu dulu merupakan harta yang paling berharga bagi bangsa Arab.
Dan kami meriwayatkan dalam ash-Shahih, Diriwayatkan oleh Muslim, Kitab adz-Dzikr, Bab al-Ijtima' ala Tilawah al-Quran, 4/2074, no. 2699: dari hadits Abu Hurairah. sabda RasulullahShallallahu 'alaihi wasallam,
وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ.
"Dan Allah senantiasa membantu seorang hamba selama hamba tersebut membantu sauda-ranya." Dan hadits-hadits dalam masalah ini sangat banyak dalam ash-Shahih lagi masyhur. Sumber : Ensiklopedia Dzikir Dan Do’a, Imam Nawawi, Pustaka Sahifa Jakarta.
Aku rindu zaman ketika usrah adalah kemestian, bukan sekedar
sambilan apalagi hiburan …
Aku rindu zaman ketika membina anak-anak usrah adalah
kewajiban bukan pilihan apalagi beban dan paksaan …
Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar
pelangkap pengisi program yang dipaksakan …
Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan, bukan
keraguan apalagi kecurigaan …
Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan
tuntutan, hujatan dan sampingan….
Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan bukan
su’udzon atau menjatuhkan…
Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk
da’wah ini …
Aku rindu zaman ketika nasyid ghuroba manjadi lagu
kebangsaan…
Aku rindu zaman ketika hadir usrah adalah kerinduan dan
terlambat adalah kelalaian …
Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi
dauroh dengan wang yang cukup-cukup dan peta yang tak jelas …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar berjalan
kaki 2 jam di malam buta sepulang berda’wah di desa sebelah …
Aku rindu zaman ketika pergi usrah selalu membawa infaq,
alat tulis, buku catatan dan qur’an terjemah ditambah sedikit hafalan …
Aku rindu zaman ketika anak usrah menangis karena tak bisa
hadir di usrah…
Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu diketuk untuk
mendapat berita kumpul di subuh harinya …
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat usrah dengan
wang belanja esok hari untuk keluarganya …
Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus
dirawat, anak-anak usrah mengumpulkan dana apa adanya …
Aku rindu zaman itu …
Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan berda’wah dari hati-hati kami …
Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di jalan da’wah ini …
Dalam suatu kesempatan, Nabi Muhammad pernah ditanya oleh sahabatnya
tentang amalan yang paling utama. Beliau menjawab, ''Iman kepada Allah dan
Rasul-Nya.'' Lalu apa lagi? Nabi menjawab, ''Jihad fi sabilillah.'' Lalu apa?
''Haji mabrur.'' (HR Bukhari).
Dalam kesempatan lain Nabi ditanya Aisyah, istrinya, ''Wahai Rasulullah, kami berpendapat bahwa jihad merupakan sebaik-baik amal, apakah kami tidak turut berjihad?'' Nabi menjawab, ''Tidak. Ketahuilah bahwa sebaik-baik jihad adalah haji mabrur.'' (HR Bukhari).
Di samping itu, ada sebuah riwayat bahwa Nabi didatangi seorang faqir yang berkata, ''Orang yang berharta memiliki kedudukan dan kenikmatan melebihi kami, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka juga berpuasa sebagaimana kami berpuasa, tapi mereka berhaji, berumrah, bersedekah, sementara kami tidak.''
Menanggapi hal itu, Nabi berkata, ''Maukah kalian aku tunjukkan amalan yang melebihi mereka bila kalian lakukan, yaitu bertasbih, bertahmid dan bertakbir 33 kali seusai shalat.'' (HR Bukhari). Dalam riwayat yang lain Nabi juga pernah menyatakan, ''Umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan haji bersamaku.'' (HR Bukhari-Muslim).
Hadis-hadis tersebut menunjukkan kebajikan yang utama di satu sisi adalah iman kepada Allah dan Rasul-Nya, namun di sisi lain jihad di jalan Allah, haji mabrur, umrah di bulan Ramadhan, bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali sesudah shalat. Lantas mana yang paling utama?
Di sinilah letak perbedaan statistik keduniaan dan statistik kebajikan. Dalam statistik keduniaan orang yang bisa mencapai tujuan maksimal dianggap berhasil. Akan tetapi, tidak demikian dengan masalah amal kebajikan di sisi Allah di mana aspek kemampuan individu menjadi pertimbangan dalam penilaian.
Memperhatikan maksud hadis, sesungguhnya Nabi menunjukkan bahwa dalam beramal kebajikan hendaklah manusia berbuat sesuai kemampuan, karena dalam agama tidak dikenal adanya taklif di luar kemampuan manusia. Oleh sebab itu, siapa saja yang hanya sanggup mencapai titik B tentunya tidak boleh memaksakan untuk mencapai titik A. Sebaliknya orang yang bisa mencapai titik A tidak boleh berhenti di titik B. Itulah maksud Nabi, agar manusia berbuat sesuai kemampuan guna menghindari tindakan takalluf di luar kemampuannya.
Maka, siapa saja yang bisa berjihad dengan harta hendaklah berjihad dengan hartanya, siapa yang bisa berhaji hendaklah berhaji, dan siapa saja yang hanya sampai membaca tasbih, tahmid, dan takbir sesudah shalat, maka hendaklah melakukannya dengan niat yang tulus ikhlas semata-mata mencapai ridha Allah SWT.
Dengan demikian, setiap amal kebajikan mempunyai nilainya sendiri sesuai kemampuan orang yang akan melakukannya. Namun, yang paling penting di sisi Allah, tingkatan pahala yang dicapai tiap-tiap orang sesuai kemampuannya itu adalah sama, sehingga orang yang mampu secara minimalis tidak perlu risau selama melakukannya dengan penuh ikhlas semata-mata mencari ridha Allah SWT. Wallahu a'lam bi al-shawab.@Laksmi Widajanti.
Dalam kesempatan lain Nabi ditanya Aisyah, istrinya, ''Wahai Rasulullah, kami berpendapat bahwa jihad merupakan sebaik-baik amal, apakah kami tidak turut berjihad?'' Nabi menjawab, ''Tidak. Ketahuilah bahwa sebaik-baik jihad adalah haji mabrur.'' (HR Bukhari).
Di samping itu, ada sebuah riwayat bahwa Nabi didatangi seorang faqir yang berkata, ''Orang yang berharta memiliki kedudukan dan kenikmatan melebihi kami, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka juga berpuasa sebagaimana kami berpuasa, tapi mereka berhaji, berumrah, bersedekah, sementara kami tidak.''
Menanggapi hal itu, Nabi berkata, ''Maukah kalian aku tunjukkan amalan yang melebihi mereka bila kalian lakukan, yaitu bertasbih, bertahmid dan bertakbir 33 kali seusai shalat.'' (HR Bukhari). Dalam riwayat yang lain Nabi juga pernah menyatakan, ''Umrah di bulan Ramadhan sebanding dengan haji bersamaku.'' (HR Bukhari-Muslim).
Hadis-hadis tersebut menunjukkan kebajikan yang utama di satu sisi adalah iman kepada Allah dan Rasul-Nya, namun di sisi lain jihad di jalan Allah, haji mabrur, umrah di bulan Ramadhan, bertasbih, bertahmid, dan bertakbir sebanyak 33 kali sesudah shalat. Lantas mana yang paling utama?
Di sinilah letak perbedaan statistik keduniaan dan statistik kebajikan. Dalam statistik keduniaan orang yang bisa mencapai tujuan maksimal dianggap berhasil. Akan tetapi, tidak demikian dengan masalah amal kebajikan di sisi Allah di mana aspek kemampuan individu menjadi pertimbangan dalam penilaian.
Memperhatikan maksud hadis, sesungguhnya Nabi menunjukkan bahwa dalam beramal kebajikan hendaklah manusia berbuat sesuai kemampuan, karena dalam agama tidak dikenal adanya taklif di luar kemampuan manusia. Oleh sebab itu, siapa saja yang hanya sanggup mencapai titik B tentunya tidak boleh memaksakan untuk mencapai titik A. Sebaliknya orang yang bisa mencapai titik A tidak boleh berhenti di titik B. Itulah maksud Nabi, agar manusia berbuat sesuai kemampuan guna menghindari tindakan takalluf di luar kemampuannya.
Maka, siapa saja yang bisa berjihad dengan harta hendaklah berjihad dengan hartanya, siapa yang bisa berhaji hendaklah berhaji, dan siapa saja yang hanya sampai membaca tasbih, tahmid, dan takbir sesudah shalat, maka hendaklah melakukannya dengan niat yang tulus ikhlas semata-mata mencapai ridha Allah SWT.
Dengan demikian, setiap amal kebajikan mempunyai nilainya sendiri sesuai kemampuan orang yang akan melakukannya. Namun, yang paling penting di sisi Allah, tingkatan pahala yang dicapai tiap-tiap orang sesuai kemampuannya itu adalah sama, sehingga orang yang mampu secara minimalis tidak perlu risau selama melakukannya dengan penuh ikhlas semata-mata mencari ridha Allah SWT. Wallahu a'lam bi al-shawab.@Laksmi Widajanti.
![]() |
| Add caption |
Keistimewaan metode ini adalah seseorang akan memperoleh kekuatan dan kemapanan hafalan serta dia akan cepat dalam menghafal sehingga dalam waktu yang singkat dia akan segera mengkhatamkan Al-Quran. Berikut kami akan paparkan metodenya beserta pencontohan dalam menghafal surah Al-Jumuah:
1. Bacalah ayat pertama sebanyak 20 kali.
2. Bacalah ayat kedua sebanyak 20 kali.
3. Bacalah ayat ketiga sebanyak 20 kali.
4. Bacalah ayat keempat sebanyak 20 kali
5. Keempat ayat di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
6. Bacalah ayat kelima sebanyak 20 kali.
7. Bacalah ayat keenam sebanyak 20 kali.
8. Bacalah ayat ketujuh sebanyak 20 kali.
9. Bacalah ayat kedelapan sebanyak 20 kali.
10. Keempat ayat (ayat 5-8) di atas dari awal hingga akhir digabungkan dan dibaca ulang sebanyak 20 kali.
11. Bacalah ayat pertama hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan
hafalannya.
Demikian seterusnya pada setiap surah hingga selesai menghafal seluruh surah dalam Al-Quran. Jangan sampai kamu menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, karena itu akan menyebabkan hafalanmu bertambah berat sehingga kamu tidak bisa menghafalnya.
JIKA AKU INGIN MENAMBAH HAFALAN PADA HARI BERIKUTNYA, BAGAIMANA
CARANYA?
Jika kamu ingin menambah hafalan baru (halaman selanjutnya) pada hari berikutnya, maka sebelum kamu menambah dengan hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas, maka anda harus membaca hafalan lama (halaman sebelumnya) dari ayat pertama hingga ayat terakhir (muraja’ah) sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam ingatanmu. Kemudian setelah mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu bisa memulai hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas.
Jika kamu ingin menambah hafalan baru (halaman selanjutnya) pada hari berikutnya, maka sebelum kamu menambah dengan hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas, maka anda harus membaca hafalan lama (halaman sebelumnya) dari ayat pertama hingga ayat terakhir (muraja’ah) sebanyak 20 kali agar hafalan ayat-ayat sebelumnya tetap kokoh dan kuat dalam ingatanmu. Kemudian setelah mengulangi (muraja’ah) maka baru kamu bisa memulai hafalan baru dengan metode yang aku sebutkan di atas.
BAGAIMANA CARANYA AKU MENGGABUNGKAN ANTARA MENGULANG (MURAJA’AH)
DENGAN MENAMBAH HAFALAN BARU?
Jangan sekali-kali kamu menambah hafalan Al-Qur`an tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya. Hal itu karena jika kamu hanya terus-menerus melanjutkan menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi tanpa mengulanginya terlebih dahulu, lantas setelah khatam kamu baru mau mengulanginya dari awal, maka secara tidak disadari kamu telah banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal. Oleh karena itu metode yang paling tepat dalam menghafal adalah dengan menggabungkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga bagian,yang mana satu bagian berisi 10 juz. Jika dalam sehari kamu telah menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga kamu menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah berhasil menyelesaikan 10 juz maka berhentilah menghafal selama satu bulan penuh dan isi dengan mengulang apa yang telah dihafal, dengan cara setiap hari kamu mengulangi (meraja’ah) sebanyak 8 halaman.
Setelah selesai satu bulan kamu mengulangi hafalan, sekarang mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap hari kamu harus mengulang (meraja’ah) sebanyak 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh Al-Qur’an.
Jika anda telah selesai menghafal semua isi Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan, dimana setiap harinya kamu mengulang setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya, juga diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama setiap harinya. Kemudian pindahlah untuk mengulang 10 juz terakhir dari Al-Qur`an selama sebulan, dimana setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.
Jangan sekali-kali kamu menambah hafalan Al-Qur`an tanpa mengulang hafalan yang sudah ada sebelumya. Hal itu karena jika kamu hanya terus-menerus melanjutkan menghafal Al-Qur’an hingga khatam tapi tanpa mengulanginya terlebih dahulu, lantas setelah khatam kamu baru mau mengulanginya dari awal, maka secara tidak disadari kamu telah banyak kehilangan hafalan yang pernah dihafal. Oleh karena itu metode yang paling tepat dalam menghafal adalah dengan menggabungkan antara murajaah (mengulang) dan menambah hafalan baru. Bagilah isi Al-Qur`an menjadi tiga bagian,yang mana satu bagian berisi 10 juz. Jika dalam sehari kamu telah menghafal satu halaman maka ulangilah dalam sehari empat halaman yang telah dihafal sebelumnya hingga kamu menyelesaikan 10 juz. Jika kamu telah berhasil menyelesaikan 10 juz maka berhentilah menghafal selama satu bulan penuh dan isi dengan mengulang apa yang telah dihafal, dengan cara setiap hari kamu mengulangi (meraja’ah) sebanyak 8 halaman.
Setelah selesai satu bulan kamu mengulangi hafalan, sekarang mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan hafalan 20 juz. Jika kamu telah menghafal 20 juz maka berhentilah menghafal selama 2 bulan untuk mengulangi hafalan 20 juz, dimana setiap hari kamu harus mengulang (meraja’ah) sebanyak 8 halaman. Jika sudah mengulang selama dua bulan, maka mulailah kembali dengan menghafal hafalan baru sebanyak satu atau dua lembar tergantung kemampuan, sambil kamu mengulangi setiap harinya 8 halaman hingga kamu bisa menyelesaikan seluruh Al-Qur’an.
Jika anda telah selesai menghafal semua isi Al-Qur`an, maka ulangilah 10 juz pertama secara tersendiri selama satu bulan, dimana setiap harinya kamu mengulang setengah juz. Kemudian pindahlah ke 10 juz berikutnya, juga diulang setengah juz ditambah 8 halaman dari sepuluh juz pertama setiap harinya. Kemudian pindahlah untuk mengulang 10 juz terakhir dari Al-Qur`an selama sebulan, dimana setiap harinya mengulang setengah juz ditambah 8 halaman dari 10 juz pertama dan 8 halaman dari 10 juz kedua.
BAGAIMANA CARA MERAJA’AH AL-QURAN (30 JUZ) SETELAH AKU
MENYELESAIKAN METODE MURAJA’AH DI ATAS?
Mulailah mengulangi Al-Qur’an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulanginya 3 kali dalam sehari. Dengan demikian maka kamu akan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap dua minggu.
Dengan metode seperti ini maka dalam jangka satu tahun (insya Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun penuh.
Mulailah mengulangi Al-Qur’an secara keseluruhan dengan cara setiap harinya mengulang 2 juz, dengan mengulanginya 3 kali dalam sehari. Dengan demikian maka kamu akan bisa mengkhatamkan Al-Qur’an sekali setiap dua minggu.
Dengan metode seperti ini maka dalam jangka satu tahun (insya Allah) kamu telah mutqin (kokoh) dalam menghafal Al-Qur’an, dan lakukanlah cara ini selama satu tahun penuh.
APA YANG AKU LAKUKAN SETELAH MENGHAFAL AL-QUR’AN SELAMA SATU
TAHUN?
Setelah menguasai hafalan dan mengulangInya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, hendaknya bacaan Al-Qur’an yang kamu baca setiap hari hingga akhir hayatmu adalah bacaan yang dilakukan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- semasa hidup beliau. Beliau membagi isi Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana setiap harinya beliau membaca satu bagian tersebut), sehingga beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam sepekan.
Aus bin Huzaifah -rahimahullah- berkata: Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana caranya kalian membagi Al-Qur`an untuk dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:
Setelah menguasai hafalan dan mengulangInya dengan itqan (mantap) selama satu tahun, hendaknya bacaan Al-Qur’an yang kamu baca setiap hari hingga akhir hayatmu adalah bacaan yang dilakukan oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- semasa hidup beliau. Beliau membagi isi Al-Qur`an menjadi tujuh bagian (dimana setiap harinya beliau membaca satu bagian tersebut), sehingga beliau mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam sepekan.
Aus bin Huzaifah -rahimahullah- berkata: Aku bertanya kepada para sahabat Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, “Bagaimana caranya kalian membagi Al-Qur`an untuk dibaca setiap hari?” Mereka menjawab:
نُحَزِّبُهُ ثَلَاثَ
سُوَرٍ وَخَمْسَ سُوَرٍ وَسَبْعَ سُوَرٍ وَتِسْعَ سُوَرٍ وَإِحْدَى عَشْرَةَ
سُورَةً وَثَلَاثَ عَشْرَةَ سُورَةً وَحِزْبَ الْمُفَصَّلِ مِنْ قَافْ حَتَّى
يُخْتَمَ
“Kami membaginya menjadi (tujuh bagian yakni):
Tiga surat, lima surat, tujuh surat, sembilan surat, sebelas surat, tiga belas
surat, dan hizb al-mufashshal yaitu dari surat Qaf sampai akhir (mushaf).” (HR. Ahmad no. 15578).
Maksudnya:
-Hari pertama: Mereka membaca surat “al-fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”.
-Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga akhir surat “at-taubah”.
-Hari ketiga: Dari surat “Yunus” hingga akhir surat “an-nahl”.
-Hari keempat: Dari surat “al-isra” hingga akhir surat “al-furqan”.
-Hari kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”.
-Hari keenam: Dari surat “ash-shaffat” hingga akhir surat “al-hujurat”.
-Hari ketujuh: Dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-nas”.
Para ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi -shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi kata: ”فَمِي بِشَوْقٍ“. Setiap huruf yang tersebut menjadi simbol dari awal surat yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pada setiap harinya. Maka:
- Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari
pertama dimulai dari surah al-fatihah.
- Huruf “mim” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua dimulai dari surah al-maidah.
- Huruf “ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketiga dimulai dari surah Yunus.
- Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keempat dimulai dari surah Bani Israil
yang juga dinamakan surah al-isra`.
- Huruf “syin” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima dimulai dari surah asy- syu’ara`.
- Huruf “waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keenam dimulai dari surah wash
shaffat.
- Huruf “qaaf” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh dimulai dari surah qaf hingga akhir muashaf yaitu surah an-nas.
Adapun pembagian hizib yang ada pada Al-Qur an sekarang, maka itu tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.
Maksudnya:
-Hari pertama: Mereka membaca surat “al-fatihah” hingga akhir surat “an-nisa`”.
-Hari kedua: Dari surat “al-maidah” hingga akhir surat “at-taubah”.
-Hari ketiga: Dari surat “Yunus” hingga akhir surat “an-nahl”.
-Hari keempat: Dari surat “al-isra” hingga akhir surat “al-furqan”.
-Hari kelima: Dari surat “asy-syu’ara” hingga akhir surat “Yasin”.
-Hari keenam: Dari surat “ash-shaffat” hingga akhir surat “al-hujurat”.
-Hari ketujuh: Dari surat “qaaf” hingga akhir surat “an-nas”.
Para ulama menyingkat bacaan Al-Qur`an Nabi -shallallahu alaihi wasallam- ini menjadi kata: ”فَمِي بِشَوْقٍ“. Setiap huruf yang tersebut menjadi simbol dari awal surat yang dibaca oleh Nabi -shallallahu alaihi wasallam- pada setiap harinya. Maka:
- Huruf “fa`” adalah simbol dari surat “al-fatihah”. Maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari
pertama dimulai dari surah al-fatihah.
- Huruf “mim” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kedua dimulai dari surah al-maidah.
- Huruf “ya`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketiga dimulai dari surah Yunus.
- Huruf ”ba`” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keempat dimulai dari surah Bani Israil
yang juga dinamakan surah al-isra`.
- Huruf “syin” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari kelima dimulai dari surah asy- syu’ara`.
- Huruf “waw” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari keenam dimulai dari surah wash
shaffat.
- Huruf “qaaf” maksudnya bacaan Al-Qur`an beliau di hari ketujuh dimulai dari surah qaf hingga akhir muashaf yaitu surah an-nas.
Adapun pembagian hizib yang ada pada Al-Qur an sekarang, maka itu tidak lain adalah buatan Hajjaj bin Yusuf.
BAGAIMANA CARA MEMBEDAKAN ANTARA BACAAN YANG MUTASYABIH (AYAT YANG
MIRIP) DALAM AL-QUR’AN?
Cara terbaik untuk membedakan antara dua ayat yang kelihatannya menurut kamu hampir sama (mutasyabih), adalah dengan cara membuka mushaf dan carilah kedua ayat tersebut. Lalu carilah perbedaan antara kedua ayat tersebut, cermatilah perbedaan tersebut, kemudian buatlah tanda/catatan (di dalam hatimu) yang bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk membedakan antara keduanya. Kemudian, ketika kamu melakukan murajaah hafalan, maka perhatikanlah perbedaan tersebut secara berulang-ulang sampai kamu mutqin dalam mengingat perbedaan antara keduanya.
Cara terbaik untuk membedakan antara dua ayat yang kelihatannya menurut kamu hampir sama (mutasyabih), adalah dengan cara membuka mushaf dan carilah kedua ayat tersebut. Lalu carilah perbedaan antara kedua ayat tersebut, cermatilah perbedaan tersebut, kemudian buatlah tanda/catatan (di dalam hatimu) yang bisa kamu jadikan sebagai tanda untuk membedakan antara keduanya. Kemudian, ketika kamu melakukan murajaah hafalan, maka perhatikanlah perbedaan tersebut secara berulang-ulang sampai kamu mutqin dalam mengingat perbedaan antara keduanya.
BEBERAPA KAIDAH DAN KETENTUAN DALAM MENGHAFAL AL-QUR`AN:
1- Kamu harus menghafal melalui bantuan seorang guru yang bisa membenarkan bacaanmu
jika salah.
2- Hafalkanlah 2 halaman setiap hari: 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar
atau maghrib. Dengan metode seperti ini (insya Allah) kamu akan bisa menghafal Al-Qur`an
secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun. Tetapi jika kamu memperbanyak kapasitas
hafalan setiap harinya maka kemampuan menghafalmu akan melemah.
3- Menghafallah mulai dari surat an-nas hingga surat al-baqarah karena hal itu lebih mudah.
Tapi setelah kamu menghafal Al-Qur`an maka urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-Baqarah
sampai An-Nas.
4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf saja (baik dalam cetakan maupun
bentuknya), karena hal itu sangat membantu dalam menguatkan hafalan dan agar lebih cepat
mengingat letak-letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir halaman ini dan ayat apa yang
ada di awal halaman sebelahnya.
5- Setiap orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2 tahun pertama biasanya apa yang telah dia
hafal masih mudah hilang, dan masa ini disebut fase at-tajmi’ (pengumpulan hafalan)
Karenanya janganlah kamu bersedih karena ada sebagian hafalanmu yang kamu lupa atau kamu banyak keliru dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase rentan yang bisa menjadi pintu masuknya setan untuk menghentikan kamu dari menghafal Al-Qur`an. Tolaklah was-was tersebut dari dalam hatimu dan teruslah menghafal, karena dia (menghafal Al-Qur`an) merupakan perbendaharaan harta yang tidak diberikan kepada sembarang orang.
1- Kamu harus menghafal melalui bantuan seorang guru yang bisa membenarkan bacaanmu
jika salah.
2- Hafalkanlah 2 halaman setiap hari: 1 halaman setelah subuh dan 1 halaman setelah ashar
atau maghrib. Dengan metode seperti ini (insya Allah) kamu akan bisa menghafal Al-Qur`an
secara mutqin dalam kurun waktu satu tahun. Tetapi jika kamu memperbanyak kapasitas
hafalan setiap harinya maka kemampuan menghafalmu akan melemah.
3- Menghafallah mulai dari surat an-nas hingga surat al-baqarah karena hal itu lebih mudah.
Tapi setelah kamu menghafal Al-Qur`an maka urutan meraja’ahmu dimulai dari Al-Baqarah
sampai An-Nas.
4- Dalam menghafal hendaknya menggunakan satu mushaf saja (baik dalam cetakan maupun
bentuknya), karena hal itu sangat membantu dalam menguatkan hafalan dan agar lebih cepat
mengingat letak-letak ayatnya, ayat apa yang ada di akhir halaman ini dan ayat apa yang
ada di awal halaman sebelahnya.
5- Setiap orang yang menghafal Al-Qur’an pada 2 tahun pertama biasanya apa yang telah dia
hafal masih mudah hilang, dan masa ini disebut fase at-tajmi’ (pengumpulan hafalan)
Karenanya janganlah kamu bersedih karena ada sebagian hafalanmu yang kamu lupa atau kamu banyak keliru dalam hafalan. Ini adalah fase yang sulit sebagai ujian bagimu, dan ini adalah fase rentan yang bisa menjadi pintu masuknya setan untuk menghentikan kamu dari menghafal Al-Qur`an. Tolaklah was-was tersebut dari dalam hatimu dan teruslah menghafal, karena dia (menghafal Al-Qur`an) merupakan perbendaharaan harta yang tidak diberikan kepada sembarang orang.
[Oleh: Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan
khathib di Masjid Nabawi]
Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, 'untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?'
Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, 'Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia.' Agak lama pemburu menunggu.
Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburu pun mulai siaga penuh,tetapi ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu.
Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur. Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, 'Rusa!!!' sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
***
Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak jarang orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa.
Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim, baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.
Dikutip dari Ivan's Website
“Patuhilah Aku selama Aku patuh kepada Allah swt dan Rasulullah saw, bila Aku tidak mematuhi Allah swt dan Rasulullah saw, maka jangan patuhi Aku lagi.”
“Tidak ada pembicaraan yang baik, jika tidak diarahkan untuk memperoleh ridha Allah swt"
"Tidak ada manfaat dari uang jika tidak dibelanjakan di jalan Allah. Tidak ada kebaikan dalam diri seseorang jika kebodohannya mengalahkan kesabarannya. Dan jika seseorang tertarik dengan pesona dunianya yang rendah, Allah swt tidak akan ridha kepadanya selama dia masih menyimpan hal itu dalam hatinya.”
“Kita menemukan kedermawanan dalam Taqwa (kesadaran akan Allah), kekayaan dalam Yaqin (kepastian), dan kemuliaan dalam kerendahan hati.”
“Waspadalah terhadap kebanggaan, sebab kalian akan kembali ke tanah dan tubuhmu akan dimakan oleh cacing.”
“Ketika beliau dipuji oleh orang-orang, beliau akan berdo’a kepada Allah dan berkata, “Ya Allah, Engkau mengenalku lebih baik dari diriku sendiri, dan Aku lebih mengenal diriku daripada orang-orang yang memujiku. Jadikanlah Aku lebih baik daripada yang dipikirkan oleh orang-orang ini mengenai diriku, maafkanlah dosa-dosaku yang tidak mereka ketahui, dan janganlah jadikan Aku bertanggung jawab atas apa yang mereka katakan.”
“Jika kalian mengharapkan berkah Allah, berbuatlah baik terhadap hamba-hamba-Nya.”
“Suatu hari beliau memanggil ‘Umar ra dan menasihati nya sampai ‘Umar ra menangis. Abu Bakar ra berkata kepadanya,“Jika engkau memegang nasihatku, engkau akan selamat, dan nasihatku adalah "Harapkan kematian selalu dan hidup sesuai dengannya”
“Mahasuci Allah yang tidak memberi hamba-hamba-Nya jalan untuk mendapat pengetahuan mengenai-Nya kecuali dengan jalan ketidak-berdayaan mereka dan tidak ada harapan untuk meraih pencapaian itu”
“Tolonglah Aku, jika Aku benar dan koreksilah Aku jika Aku salah. Orang-orang yang lemah di antara kalian harus menjadi kuat bersamaku sampai atas Kehendak Allah swt, haknya telah disyahkan. Orang-orang yang kuat di antara kalian harus menjadi lemah bersamaku sampai, jika Allah swt menghendaki, Aku akan mengambil apa yang harus dibayarnya”
Beberapa waktu yang lalu saya melakukan perjalanan bersama seorang teman.
Di sela-sela perjalanan, handphone teman saya selalu berdering. "Dari bokap.
Nanyain, apakah saya baik-baik di perjalanan?" jelas teman saya seusai menerima
telepon. Lalu usai dering yang lain dia berkata, "dari kakak saya. Dia berpesan
agar hati-hati." Juga, "dari adik, suruh berkabar bila sudah sampai tempat
tujuan. Dia minta oleh-oleh daster batik." Setiap usai menerima telepon, saya
melihat wajah teman saya berbinar. Saya meraba-raba handphone di saku, memeriksa
kalau-kalau ada pesan yang masuk dari keluarga saya. Dan, saya tersenyum kecut
ketika tidak ada pesan apa-apa di sana.
Di lain waktu, seorang teman yang
lain membuat saya terpana. Setiap malam sepulang dia bekerja, handphonenya
selalu berdering. Dengan manja dia menjawab telepon, "Assalamu'alaikum ibu, saya
baru pulang dari kantor. Saya baik-baik saja. Pekerjaan hari ini sungguh
melelahkan. Saya meeting dengan kepala cabang. Tahu nggak Bu, saya paling muda
dan satu-satunya perempuan dalam meeting itu. Em, tadi saya sudah makan di
kantor kok...bla bla bla..."
Setiap melihat kehangatan dan perhatian
seperti itu, diam-diam saya menyimpan rasa iri. Perasaan iri yang membawa saya
pada suasana di mana saya merasa sendiri, sepi, dan sebatang kara di belantara
Jakarta.
Kesedihan saya pun bertambah-tambah. Hingga satu ketika saya
jatuh sakit. Pemilik kost dan teman-teman merawat saya dengan perhatian dan
cinta. Saya teringat tokoh dua generasi dalam film 'Finding Forester' yang
karena persahabatannya kemudian merasa sedarah meski bukan keluarga sedarah.
Tiba-tiba, saya merasa malu telah menanam rasa iri. Bahkan ketika terkadang
menggugat Allah, kenapa saya tak mendapatkan perhatian dan cinta seperti
teman-teman saya?
Astaghfirullah... Rasa malu itu kemudian membuka benak
saya untuk mengingat berbagai kejadian yang kemudian menyadarkan saya dari
hari-hari yang menuntut dan menggugat. Bahwa sebenarnya cinta dan perhatian itu
ada.
Cinta itu ada pada wanita paruh baya bersama suami dan ketiga
anaknya di salah satu sudut kota Yogya. Cinta yang membuat saya selalu ingin
kembali berkunjung, dan merasa nyaman berada di tengah-tengah mereka tak ubahnya
keluarga saya sendiri. Cinta yang membuat saya belajar akan indahnya ketulusan
dan kesederhanaan.vCinta itu ada pada sepasang sahabat yang baru saja dikaruniai
bayi mungil. Cinta yang membuat saya berani menaruh sebagian beban jiwa saya
padanya. Cinta yang membuat perasaan saya menghangat ketika mereka bertanya,
"Bagaimana kabarmu hari ini? Mainlah ke rumah, aku masak makanan kesukaanmu
lho!" Atau kalau saya sedang travelling mereka mengirim pesan, "Nimatilah
perjalananmu tapi cepatlah pulang. Kami merindukanmu."
Cinta itu ada pada
seorang wanita tua yang telah kehilangan anak-anaknya. Cinta yang membuat saya
percaya bahwa pilihan hidup saya sama berharganya dengan pilihan orang lain.
Cinta yang membuat bibir saya mengulum senyum karena setiap berangkat atau
pulang dari perjalanan wanita tua itu selalu mencium kedua pipi dan kening saya
penuh kasih.
Cinta itu ada pada teman-teman di berbagai kota. Teman yang
dengan ikhlas menyediakan tempat singgah bagi saya selama travelling, menjemput
dan mengantarkan kepergian saya, juga mengajari makna hidup yang sesungguhnya
pada saya. Cinta yang membuat langkah saya berat ketika berpamitan untuk
meninggalkan mereka.
Cinta itu ada pada email-email di mailbox, sms di
handphone dari orang-orang yang tak pernah saya kenali wajahnya. Cinta yang
membuat mereka meluangkan waktu untuk membaca, mengkritik dan mengomentari
coretan-coretan saya, menyemangati saya untuk terus berjuang, maju, belajar dan
tak lupa berdoa.
Cinta itu ada pada sahabat-sahabat yang membawa saya
pada pintu hidayah, pencerahan-pencerahan, mengingatkan ketika tersesat dan
menopang saya ketika hampir terjatuh. Cinta yang membuat saya menemukan jalan
Allah.
Ternyata...begitu banyak cinta dan perhatian untuk saya sebagai
wujud dari cinta-Nya. Bahkan saya tidak dapat menghitungnya dengan kalkulator
merek terbagus sekalipun. Tapi, sudahkah saya sendiri berbagi cinta kepada orang
lain? Keluarga, teman-teman, anak-anak yatim piatu, orang-orang di pengungsian,
gelandangan-gelandangan di jalan dan...orang-orang yang juga memerlukan cinta
dan perhatian? Sampai di situ saya tercenung dan sangat malu. Saya hanya pandai
menuntut serta menggugat makhluk bahkan Allah untuk selalu memberikan cinta dan
perhatiannya pada saya. Sementara saya sendiri belum melakukan
apa-apa.
Bukankah semua kebaikan yang kita lakukan pada orang lain,
sesungguhnya akan kembali pada diri kita? Di sanalah Allah menunjukkan cinta dan
kebesaran-Nya. Subhanallah...akhirnya perenungan itu membawa saya tersungkur
dalam sujud panjang dan kesimpulan. Bahwa dengan membagi cinta dan perhatian
pada orang lain, kita akan menemukan kesejatian cinta-Nya.
diceritakan oleh : lestarye@yahoo.com
Salah satu kenikmatan hidup adalah mempunyai sahabat yang baik. Mereka menjadi pengingat saat kita lupa dan menjadi penyemangat saat kita berkarya. Selain itu, sahabat yang baik kelak bisa menyelamatkan kita dari siksa api neraka.
Namun dalam perjalanan kehidupan, tidak semua persahabatan berjalan langgeng. Banyak yang kandas bahkan akhirnya bermusuhan. Persahabatan juga bisa menjadi “alarm” kemana arah kehidupan kita menuju. Apakah ke arah yang lebih maju atau justru terjerembab ke jurang penderitaan.
Apabila kualitas persahabatan Anda semakin baik dan juga sahabat baik Anda semakin bertambah itu “alarm” arah hidup Anda sudah tepat. Sebaliknya, Anda perlu mengenali beberapa “alarm” yang menunjukkan bahwa kualitas persahabatan dan kehidupan Anda ada yang perlu diperbaiki.
Pertama, sahabat yang sabar marah kepada Anda
Kedua, sahabat yang setia kecewa dengan Anda
Ketiga, sahabat yang beriman dan berilmu menjauh dari Anda
Kedua, sahabat yang setia kecewa dengan Anda
Ketiga, sahabat yang beriman dan berilmu menjauh dari Anda
Apabila ketiga hal tersebut di atas menimpa Anda maka waspadalah dan segeralah perbaiki hidup Anda. Jangan sampai Anda berkata, “Ini hidup saya, mereka menjauh ya saya akan cari sahabat baru lagi.” Bila ini terjadi, saya yakin Anda tidak akan pernah punya sahabat sejati. Kualitas persahabatan Anda adalah kualitas murahan yang dibungkus dengan egoisme dan keinginan untuk selalu menang sendiri.
Salam SuksesMulia!
Jamil Azzaini.com
Kemarin, seharian saya jeda dari rutinitas memberikan seminar atau training. Kesempatan ini saya gunakan menerima tamu para alumni Akademi Trainer, anggota komunitas SuksesMulia dan tamu lainnya. Dari obrolan dengan mereka saya jadi mengerti ternyata banyak orang yang kerja asal kerja tidak sesuai passionnya dan akhirnya menyesal di masa tua.
Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana cara menemukan passion. Silakan ambil pena dan kertas kosong atau buku tulis untuk hasil yang optimal. Jangan lanjutkan membaca ke baris selanjutnya sebelum Anda menjawab pertanyaan yang saya ajukan. Sudah siap pena dan kertas kosong atau bukunya? Kalau belum siap, ayo cari atau ambil dulu. Hehehehe…
Siap-siap menjawab, ya. Pertanyaan pertama, apabila uang bukan masalah bagi Anda, artinya saat Anda perlu apa saja semua sudah tersedia, maka sebutkan 5 pekerjaan atau aktivitas yang akan Anda lakukan dengan suka cita sepanjang hidup Anda? Silakan ditulis di kertas yang sudah Anda siapkan. Hayo, jangan lanjutkan membaca sebelum Anda tuliskan jawaban Anda.
Pertanyaan kedua, apabila finansial Anda terbatas, mana dari 5 pekerjaan atau aktivitas pada jawaban pertanyaan pertama yang bisa menghasilkan uang berlimpah dan cukup untuk kebutuhan hidup Anda?
Pertanyaan ketiga, sebutkan apa pekerjaan atau aktivitas yang Anda lakukan dengan mudah tanpa beban dan orang lain menilai Anda melakukan dengan sangat baik?
Nah, sekarang lihat jawaban dari tiga pertanyaan tersebut di atas. Pekerjaan atau aktivitas yang selalu muncul dalam setiap jawaban itu menjadi pertanda kuat “itulah passion Anda”.
Untuk menguji apakah jawaban Anda tersebut di atas benar-benar merupakan passion Anda, jawab pertanyaan berikut. Apakah Anda bersedia berkorban mengeluarkan uang, energi dan waktu agar Anda menjadi yang terbaik dalam bidang itu? Apakah Anda rela melakukan pekerjaan itu walau tanpa dibayar?
Apabila kedua jawaban pertanyaan tersebut YA, maka itulah passion Anda. Bila jawabannya TIDAK, maka patut diragukan itu adalah passion Anda.
Segeralah temukan passion Anda, sebab bila Anda bisa menemukannya maka Anda seolah tidak pernah bekerja tapi Anda menjalankan hobi Anda setiap hari. Dampaknya, hidup Andapun akan happy sepanjang waktu. Percayalah…
Sumber : http://jamilazzaini.com/menemukan-passion/
Banyak yang marah ketika isu akan digantinya istilah arab dalam ekonomi islam menjadi istilah berbahasa indonesia. sebab bahasa Arab adalah Bahasa Islam. Akan tetapi di lain sisi justru ada ketimpangan ketika lembaga-lembaga pendidikan islam justru lebih "bangga" kalau nama pendidikannya menggunakan istilah asing. sebut saja Madrasah menjadi "School", Pesantren Menjadi "Boarding School". Ma'had menjadi "institut". Al Markaz Al ISlami menjadi "Islami Center". pun biar terliat keren masjid akan diganti "mosque".
nama-nama asing tersebut tidak lepas dari niat BISNIS. supaya dengan nama itu lembaga terlihat profesional. kalau sudah begitu agama hanya lahir
ketika bisnis itu laris.
Langganan:
Komentar (Atom)










